Articles
DOI DOI: 10.62441/actainnovations.vi.759

DEVELOPING A TRAINING MANAGEMENT FRAMEWORK BASED ON BATAK CULTURE DALIHAN NA TOLU (DNT) FOR IMPROVING THE PEDAGOGICAL COMPETENCE OF SENIOR HIGH SCHOOL TEACHERS IN PEMATANGSIANTAR CITY

Abstract

This study was conducted to develop an effective training management model grounded in the Dalihan Na Tolu philosophy to enhance the pedagogical competence of senior high school teachers in Pematangsiantar City. The research was motivated by the observation that existing teacher training programs continue to encounter several challenges, including an excessive focus on administrative requirements, the use of standardized training approaches, limited integration of local cultural values, and insufficient long-term impact on teachers’ pedagogical development. These conditions highlight the need for an innovative, context-sensitive, and culturally relevant training management model that aligns with the values and traditions of the local community. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE instructional design model, which consists of five stages: needs analysis, model design, product development, expert validation, limited-scale testing involving 30 participants, model revision, large-scale field testing involving 60 participants, and final implementation. The research population comprised 787 senior high school teachers in Pematangsiantar City. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, documentation reviews, and pedagogical competence assessments. The collected data were analyzed using both qualitative and quantitative techniques to evaluate the effectiveness and feasibility of the developed model. The findings reveal that: (1) the Dalihan Na Tolu-based training management model embodies humanistic, participatory, collaborative, and culturally contextual characteristics, incorporating the core principles of somba marhula-hula (respect for elders and mentors), manat mardongan tubu (mutual care and cooperation among peers), and elek marboru (empathy, encouragement, and support) throughout all stages of the training process; (2) the model effectively improves teachers’ pedagogical competence, as evidenced by significant improvements in their ability to plan, implement, and evaluate instructional activities after participating in the training program; and (3) the model is considered highly feasible for implementation based on expert validation results, participant responses, and field-testing outcomes, all of which indicate a very good level of effectiveness and practicality. In conclusion, the Dalihan Na Tolu-based training management model offers an innovative alternative for teacher professional development by integrating local cultural wisdom into training practices. The model contributes to strengthening teachers’ pedagogical competence and provides a culturally responsive framework for sustainable teacher development in Pematangsiantar City.

How to Cite

Sibagariang, S., Daryanto, E., & Simaremare, A. (2026). DEVELOPING A TRAINING MANAGEMENT FRAMEWORK BASED ON BATAK CULTURE DALIHAN NA TOLU (DNT) FOR IMPROVING THE PEDAGOGICAL COMPETENCE OF SENIOR HIGH SCHOOL TEACHERS IN PEMATANGSIANTAR CITY. ACTA INNOVATIONS, 61, 114–139. https://doi.org/10.62441/actainnovations.vi.759

References

  1. [1] Jamaludin. (2014). Character Education in Islamic Perspective. International Journal of Scientific & Technology Research. Online Vol 2 (2). https://www.ijstr.org/final-print/feb2013/Character-Education-In-Islamic-Perspective.pdf
  2. [2] Atmaka, Dri. (2004). Tips Menjadi Guru Kreatif. Bandung: Yrama Widya.
  3. [3] Chotimah Husnul, (2008). Definisi Guru. Jakarta: Erlangga,
  4. [4] Mulyasa, E. (2013). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  5. [5] Ardianti, Y. and Amalia, N. 2022. Kurikulum Merdeka: Pemaknaan Merdeka dalam Perencanaan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6
  6. [6] Yasir, M. (2021). “Pengembangan Kompetensi Dan Karir Guru Untuk Keberhasilan Pembelajaran”. Vol. 1 No.2 Seri publikasi pembelajaran:Profesi Keguruan.
  7. [7] Budiman, A., Sabaria, R., & Purnomo, P. (2020). Model Pelatihan Tari: Penguatan Kompetensi Pedagogik & Profesionalisme Guru. Panggung, 30(4). https://doi.org/10.26742/panggung.v30i4.1370
  8. [8] Halisa, H.N. (2021) “Kandungan Kualitas Guru Terhadap Keberlangsungan Pembelajaran”. Vol. 1 No.2 Seri publikasi pembelajaran:Profesi Keguruan.
  9. [9] Sulistyorini,(2009). Evaluasi Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,Yogyakarta: TERAS
  10. [10] A. Kurniawati. (2013). Implementasi Metode Penugasan Analisis Video pada Materi Perkembangan Kognitif, Sosial dan Moral. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2(2).
  11. [11] Akhmad Sudrajat. (2017). Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  12. [12] Akwal Hawi, M.g.(2020). Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam. PT Raja Grafindo Persada .
  13. [13] Kemendikbud. (2023). Laporan PISA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PISA 2022 dan Pemulihan Pembelajaran di Indonesia, 5 Desember 2023.
  14. [14] Akbar, A. (2021). Pentingnya Kompetensi Pedagogik Guru. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 2(1), p. 23. Available at: https://doi.org/10.32832/jpg.v2i1.4099.
  15. [15] Santosa, B., & Indriani, A. (2020). Analisis Kebutuhan Pelatihan dalam Pengembangan SDM. Jurnal Pendidikan dan Pelatihan, 12(3).
  16. [16] Baskara, A., & Sutarni, N. (2024). Kompetensi Pedagogik Guru SMA di Indonesia: Sebuah Systematic Literature Review. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3), 3481-3496. https://doi.org/10.58230/27454312.772
  17. [17] Maharani (2019) Maharani Laksmi Putri, Pengaruh Kompensasi, Motivasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Loyalitas Guru Genius di Yatim Mandiri Cabang Surabaya, Tesis Surabaya : Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana, UIN Sunan Ampel Surabaya.
  18. [18] Arta, Arvian Yuli.( 2022). Manajemen Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional. Tangerang Selatan: Pascal Books.
  19. [19] Lufita et al. (2024) “Pengaruh Kompetensi Sosial dan Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Sekolah Menengah Atas”, JISHUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(4), pp. 471–486. Available at: https://doi.org/10.57248/jishum.v2i4.401.
  20. [20] Saragih. (2008). “Kompetensi Minimal Seorang Guru Dalam Mengajar”. Jurnal Tabularasa PPS Unimed (5) : 1.
  21. [21] Suprihatiningrum, J. (2013). Guru Profesional: Pedoman Kinerja, Kualifikasi, dan Kompetensi Guru. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  22. [22] Ramayulis. (2013). Profesi dan Etika Keguruan. Jakarta: Kalam Mulia
  23. [23] Sagala, Syaiful. (2013). Kemampuan Professional Guru Dan Tenaga Kependidikan, Bandung: Alfabeta).
  24. [24] Mukhid, Abdul, dan Mosleh Habibullah, Profesionalisme Guru PPL dan Kompetensinya, Pamekasan: Duta Media Publishing, 2020.
  25. [25] Mawardi, M., Kristin, F., Anugraheni, I. and Rahayu, T.S., 2019. Penerapan Pelatihan Partisipatif Pada Kegiatan Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah Bagi Guru SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(2),
  26. [26] Sulistiono, Eko E., dan Biru, Rembulan C. B. (2020). "Pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kebutuhan di Berbagai Negara: Meta Sintesis Komponen Pelatihan." Noken, vol. 1, no. 2, doi:10.31957/noken.v1i2.1486.
  27. [27] Riyanti, A., & Novitasari, N. (2021). PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 3(1), 29–35. https://doi.org/10.23887/jabi.v3i1.37780
  28. [28] Jahidin, (2012). Standar Kompetensi Guru, Standar Kompetensi Kepala Sekolah, Http://jahidinjayawinata61.wordpress.co. Diakses pukul 22.31 tanggal 9 November 2012.
  29. [29] Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
  30. [30] Yustina Tuto Tukan, Vincensius Crispinus Lemba, Sirilus Karolus Keroponama Keban / Analisis Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA PGRI Larantuka. Social Science Academic.Volume 1 Number 2 (2023) July-December 2023 Page: 155-160
  31. [31] Hari Sudrajad. (2005). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Peningkatan Pendidikan Melalui Implementasi KBK. Bandung: Cipta Lekas Garafika.
  32. [31] Muhammad Japar, Nadiroh Nadiroh, Ade Dwi Utami, Hermanto Hermanto, Karisdha Pradityana, Heni Rochimah. (2022). Pelatihan Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Bagi Guru PPKn. Publikasi Pendidikan : Jurnal Pemikiran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pendidikan. http://ojs.unm.ac.id/pubpend/issue/view/2667
  33. [32] Asikin M, dkk., (2015) Pengembangan Model Pelatihan Innomatts untuk Meningkatkan Kompetensi dan Karakter Guru Matematika. Jurnal Penelitian Pendidikan. Vol32(2).
  34. [33] Sulistyorini,(2009). Evaluasi Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,Yogyakarta: TERAS
  35. [34] Hasibuan, Malayu S.P. (2005). Manajemen SDM. Edisi Revisi, Cetakan Ke Tujuh. Jakarta : Bumi Aksara.
  36. [35] Sri Ayu. (2021). Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika. AKSIOMA Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika 10(3):1611
  37. [36] Iswan. (2021). Manajemen Pendidikan dan Pelatihan (Mirsawati,). Rajawali Printing.
  38. [37] Gustiana, R., Hidayat, T., & Fauzi, A. (2022). Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( Suatu Kajian Literatur Review Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia ). Jemsi, 3(6), 657–666. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/jemsi.v3i6
  39. [38] Haki, U. (2021). Pengaruh Pelatihan Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Giant Ekstra Sempu Kota Serang. Jemasi: Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 17(1), 64–74. https://doi.org/10.35449/jemasi.v17i1.96
  40. [39] Djajadi, M. (2020). Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan Guru: Suatu Upaya Meningkatkan Kualitas Pengajaran Fisika. Jurnal Sipatokkong BPSDM Sulsel, 1(1), 30–44. https://ojs.bpsdmsulsel.id/index.php/sipatokkong
  41. [40] Darling-Hammond, Linda. (2006). Constructing 21st-Century Teacher Education. Journal of Teacher Education-J TEACH EDUC. 57.300-314.10.1177/0022487105285962
  42. [41] Noe, Hollenbeck,et al, (2008). Human Resources Management International Edition. New York: Mc Graw-Hill Companies.
  43. [42] Sugiyono, (2013). Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
  44. [43] Craft, A. (2000). Continuing Professional Development: A Practical Guide for Teachers and Schools. London: Routledge.
  45. [44] Fuertes Guillermo et al. (2020). Conceptual Framework for the Strategic Management: A Literature Review-Descriptive. Hindawi Journal of Engineering.
  46. [45] Haryadi, D., & Islamiah, M. (2021). Evaluasi Kompetensi Guru SMA di Manggelewa Dompu. Jurnal Inovasi Dan Manajemen Pendidikan, 1(2), 111–122.
  47. [46] Hendra, H. (2020). Pengaruh Budaya Organisasi, Pelatihan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Universitas Tjut Nyak Dhien Medan. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 3(1), 1-12.
  48. [47] Ilaiya, Yukha (2020) Pengaruh motivasi kerja dan kompensasi terhadap kinerja guru di MTs Bahrul Ulum Temuroso Guntur Demak. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
  49. [48] Mauli Siagian, Tommy Hartono. (2020). Pengaruh Disiplin Kerja dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan di PT BPR Sejahtera Batam. JMBI UNSRAT. Vol 7, No 1.
  50. [48] Robins, Stephen P. and Coulter, Mary, (2012). Manajemen. Edisi Keduabelas. Jakarta: Penerbit Erlangga
  51. [49] Sumardi, (2012). Model Pengembangan Profesionalsimeguru Bahasa Inggris Berbasis Evaluasi Program Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Jurnal Pendidikan, Volume 13, Nomor 2, September 2012, 95-109
  52. [50] Syahputra,Dedi. Hasrudy Tanjung. (2020). Pengaruh Kompetensi, Pelatihan dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen.vol 3 No.2. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/MANEGGIO/issue/view/1172
  53. [51] Walker, J., & Slear, S. (2011). The Impact of Principal Leadership Behaviors on The Efficacy of New And Experienced Middle School Teachers. NASSP Bulletin, ,95.1: 46-64 https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0192636511406530
  54. [52] Windrawanto, Y. (2015) Pelatihan Dalam Rangka Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru: Suatu Tinjauan Literatur, Satya Widya, 31(2), p. 90. Available at: https://doi.org/10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p90-101.
  55. [53] Wukir. (2013) Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Sekolah, Cetakan I, Multi Presindo, Yogyakarta.
  56. [54] Zunaidah Afifatul, (2019). Pengaruh Kebiasaan Baik Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap Kinerja Guru Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Lumajang, Tesis .Malang: Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana, UIN Maulana Malik Ibrahim Batu.
  57. [55] Zurnali, (2004). Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Terhadap Perilaku Produktif Karyawan di Divisi Long Dsitance PT Telkom, Tbk. Indonesia. Tersedia: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/1626.